Ketika Sistem Belum Terhubung: Tantangan Integrasi Siskeudes dan Perbankan dalam Pengelolaan Keuangan Desa

Ap.umsida.ac.id – Digitalisasi tata kelola pemerintahan desa terus didorong sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik.

Salah satu langkah penting yang telah diterapkan adalah penggunaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) untuk membantu pemerintah desa dalam mencatat, mengelola, dan melaporkan keuangan secara sistematis.

Namun di balik implementasi sistem digital tersebut, masih terdapat tantangan teknis yang dihadapi di lapangan.

Penelitian yang dilakukan oleh Lailul Mursyidah MAP, dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), mengungkap bahwa proses digitalisasi pengelolaan keuangan desa belum sepenuhnya berjalan optimal karena masih terdapat keterbatasan integrasi sistem.

Melalui penelitian berjudul Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Melalui Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), ditemukan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi pemerintah desa adalah belum terintegrasinya sistem Siskeudes dengan Bank BPR Delta Artha sebagai mitra transaksi keuangan desa.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa transformasi digital dalam tata kelola keuangan desa tidak hanya bergantung pada keberadaan aplikasi, tetapi juga pada integrasi antar sistem yang digunakan dalam proses administrasi keuangan.

Baca juga: Smart Governance Butuh ASN yang Terus Belajar saat Kesiapan Digital Sidoarjo Belum Merata

Digitalisasi Keuangan Desa dan Harapan Transparansi
Sumber: llustrasi AI

Penggunaan Siskeudes menjadi bagian penting dalam reformasi tata kelola keuangan desa.

Sistem ini dirancang untuk membantu pemerintah desa dalam menyusun perencanaan anggaran, melakukan pencatatan transaksi, hingga menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur.

Dengan sistem digital tersebut, setiap aktivitas keuangan desa dapat tercatat secara lebih rapi dan mudah ditelusuri.

Hal ini diharapkan dapat memperkuat transparansi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa.

Namun dalam praktiknya, implementasi sistem digital sering kali dihadapkan pada berbagai kendala teknis.

Salah satu kendala yang cukup menonjol adalah keterbatasan integrasi antara sistem pengelolaan keuangan desa dengan sistem perbankan yang digunakan untuk transaksi.

“Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa meskipun Siskeudes telah membantu meningkatkan akuntabilitas keuangan desa, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh kesiapan sistem pendukung yang digunakan dalam proses transaksi keuangan,” jelasnya dalam penelitian tersebut.

Tanpa integrasi sistem yang memadai, proses digitalisasi justru berpotensi menambah kompleksitas dalam pengelolaan administrasi keuangan desa.

Lihat juga: Fenomena Nikah di KUA di Media Sosial, Kritik Halus terhadap Gengsi dan Komersialisasi Pernikahan

Ketika Operator Desa Harus Melakukan Input Ganda

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah praktik input data ganda yang masih harus dilakukan oleh operator desa.

Hal ini terjadi karena sistem Siskeudes belum terhubung langsung dengan sistem transaksi perbankan yang digunakan oleh pemerintah desa.

Dalam konteks penelitian ini, Desa Keper menggunakan BPR Delta Artha sebagai bank yang menangani transaksi keuangan desa.

Namun sistem perbankan tersebut belum terintegrasi secara langsung dengan aplikasi Siskeudes.

Akibatnya, operator desa harus mencatat transaksi pada dua sistem yang berbeda. Proses ini tentu membutuhkan waktu tambahan dan meningkatkan risiko kesalahan administrasi.

“Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi belum sepenuhnya menghasilkan efisiensi apabila sistem yang digunakan masih berjalan secara terpisah,” ujarnya.

Temuan ini memperlihatkan bahwa transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan desa membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya pada level aplikasi tetapi juga pada integrasi infrastruktur teknologi.

Integrasi Sistem sebagai Kunci Transformasi Digital

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa keberhasilan digitalisasi dalam pengelolaan keuangan desa tidak hanya ditentukan oleh penggunaan aplikasi seperti Siskeudes.

Integrasi sistem antar lembaga juga menjadi faktor penting untuk memastikan proses administrasi berjalan lebih efisien.

Ketika sistem keuangan desa dapat terhubung langsung dengan sistem perbankan, proses pencatatan transaksi dapat dilakukan secara otomatis.

Hal ini tidak hanya mengurangi beban kerja operator desa, tetapi juga meminimalkan risiko kesalahan dalam pencatatan data.

“Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa penguatan integrasi sistem digital menjadi langkah penting dalam mendukung tata kelola keuangan desa yang lebih transparan dan efisien,” jelasnya.

Dengan integrasi sistem yang lebih baik, digitalisasi pengelolaan keuangan desa diharapkan tidak hanya meningkatkan akuntabilitas, tetapi juga menciptakan proses administrasi yang lebih sederhana, cepat, dan akurat.

Transformasi digital pada akhirnya tidak hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut mampu bekerja secara terhubung untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Sumber Jurnal: Akuntabilitas  Pengelolaan  Keuangan  Desa  Melalui  Aplikasi  Sistem  Keuangan  Desa (Siskeudes)

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Banjir Tak Kunjung Usai, Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Desak DPRD Bertindak
April 2, 2026By
Kebijakan Pendidikan Responsif dan Inklusif: Kunci Meningkatkan Kualitas Belajar di Seluruh Daerah
March 31, 2026By
Harmoni Kebaikan di Bulan Suci: HIMMAPIK UMSIDA Gelar kebersamaan Ramadhan dan Santunan Yatim Piatu
March 26, 2026By
Mahasiswa Administrasi Publik Audiensi dengan Dinas PUBM Sidoarjo Bahas Penanganan Banjir
March 21, 2026By
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta: Jalan Strategis Pembangunan Infrastruktur Publik yang Lebih Berkualitas
March 11, 2026By
Banyak Aplikasi, Minim Integrasi? Membaca Kesenjangan Smart Governance di Sidoarjo
March 6, 2026By
Smart Governance Butuh ASN yang Terus Belajar saat Kesiapan Digital Sidoarjo Belum Merata
March 1, 2026By
Ketika Suara Publik Menjadi Arah Kebijakan: Membangun Keputusan yang Lebih Inklusif
February 24, 2026By

Prestasi

Karate Challenge: Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Tembus Prestasi Ganda
January 10, 2026By
Vivi Nabila Persembahkan Perunggu UPSCC III 2025 dan Tantang Diri Bangkit Lagi
January 6, 2026By
Konsistensi Latihan Bawa Ahmad Dhani Fauzi Raih Perak Taekwondo
January 2, 2026By
Elok, Mahasiswa AP Umsida Raih Perak di Kejuaraan Nasional Taekwondo
December 28, 2025By
Mahasiswa Umsida Sabet Emas Perdana di Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 3
December 25, 2025By
Pingki Bawa Inovasi P2MW BowBaci hingga Raih Predikat Wisudawan Berprestasi Umsida 46
November 23, 2025By
Fina Raih Wisudawan Berprestasi Umsida 46 Berkat P2MW Inovasi BowBaci Rainbow
November 19, 2025By
Vivi Nabila Sabet Kejuaraan Tapak Suci Airlangga Championship
September 20, 2025By