Ap.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026.
Pada kompetisi yang digelar pada 4–5 April 2026 di GOR Lembah UGM, Yogyakarta, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Umsida, Vivi Nabila Azzahro, berhasil meraih juara 1 di kategori tanding dewasa putri kelas B.
Mahasiswa yang akrab disapa Vivi itu mengaku capaian tersebut menjadi momen yang sangat berarti dalam perjalanan atletiknya.
Bukan hanya karena berhasil membawa pulang medali emas, tetapi juga karena kemenangan itu hadir setelah proses panjang, latihan yang tidak mudah, dan perjuangannya menaklukkan rasa kurang percaya diri.
Vivi yang lahir dan besar di Jombang pada 15 November 2005 saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Umsida semester 4.
Di tengah aktivitas perkuliahan, ia tetap menekuni Tapak Suci sebagai ruang belajar sekaligus tempat bertumbuh sebagai atlet.
Baca juga: Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
Paku Bumi Open Jadi Momen Pembuktian Diri
Bagi Vivi, Paku Bumi Open tahun ini bukan sekadar kompetisi rutin.
Event ini menjadi titik penting untuk membuktikan bahwa kegagalan di masa lalu bukan akhir dari segalanya.
Ia menyebut, sebelumnya dirinya sempat mengalami hasil yang tidak sesuai harapan pada event lain.
Karena itu, kemenangan di Yogyakarta terasa lebih emosional dan bermakna.

“Alhamdulillah, pada event Paku Bumi Open kali ini saya mendapatkan juara 1. Kompetisi ini jadi momen yang sangat berarti buat saya, karena bukan cuma soal pertandingan, tapi juga tentang perjalanan panjang, proses, dan pembuktian diri setelah sebelumnya saya sempat gagal atau tidak sesuai harapan di event lain,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian Tapak Suci Umsida secara keseluruhan.
Meski belum berhasil meraih gelar juara umum, kontingen Umsida tetap menunjukkan performa yang luar biasa.
Dari total 22 atlet yang diturunkan, Tapak Suci Umsida berhasil membawa pulang 14 medali emas dan 8 medali perak.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa semangat juang para atlet Umsida tetap tinggi meskipun harus menghadapi persaingan ketat pada event berskala internasional.
Lihat juga: Kembali ke Gelanggang Usai Vakum, Mahasiswa Umsida Raih Emas Nasional 2026
Persiapan Kurang Ideal tetapi Hasil Justru Melampaui Prediksi
Vivi tidak menampik bahwa persiapan menuju Paku Bumi Open 2026 terasa kurang efektif.
Saat itu para atlet sedang memasuki masa libur semester, sehingga latihan lebih banyak dilakukan secara personal dengan target yang telah ditentukan oleh bidang prestasi.

Menurutnya, pola latihan jarak jauh memang menjadi tantangan tersendiri karena monitoring tidak bisa berjalan seoptimal latihan bersama.
Meski demikian, para atlet tetap berusaha disiplin menjalankan program agar kondisi fisik dan teknik tetap terjaga.
“Pada event ini persiapan Tapak Suci Umsida saya merasa kurang efektif dan efisien karena pada waktu itu liburan semester sehingga kita melakukan latihan secara personal dengan target yang sudah ditentukan oleh bipres,” jelasnya.
Latihan intensif dan seleksi sendiri sebenarnya telah dimulai jauh sebelum masa liburan, tepatnya sejak Januari, lalu dilanjutkan seleksi pada Februari.
Bekal itulah yang membuat Vivi dan rekan-rekannya masih mampu tampil maksimal di gelanggang.
Ia bahkan mengaku hasil pertandingan kali ini berada di luar prediksi. Dengan persiapan yang tidak ideal, ia sempat skeptis.
Namun, saat bertanding ia justru merasa lebih siap, terutama dari sisi mental.
“Kalau dibandingkan dengan event sebelumnya, kali ini saya jauh lebih siap, terutama secara mental. Alhamdulillah, kali ini saya bisa lebih all out dan hasilnya sesuai dengan yang saya harapkan, bahkan jadi juara 1, sesuatu yang sebelumnya sempat saya ragukan,” katanya.
Dukungan Ibu dan Umsida Jadi Sumber Kekuatan
Di balik keberhasilannya, Vivi menyebut ada satu sosok yang selalu menjadi sumber doa dan dukungan terbesar, yaitu ibunya.
Selain itu, teman-teman yang suportif dan lingkungan Tapak Suci Umsida yang solid membuatnya semakin mantap melangkah.
“Tidak lain tidak bukan yang selalu mensupport dan mendoakan saya yakin ibu. Selain itu teman-teman yang supportif semakin menambah semangat saya untuk ikut event ini. Dari Umsida sendiri juga sangat mendukung, baik secara moral maupun fasilitas,” tuturnya.
Setelah sukses di Paku Bumi Open 2026, Vivi mengungkapkan bahwa turnamen terdekat yang akan dihadapi adalah The First Muhammadiyah Games 2026 pada 12–23 Mei mendatang.
Sebagai penutup, ia berpesan kepada mahasiswa Umsida agar tidak takut gagal dan tidak mudah menyerah pada rasa minder.
“Jangan takut gagal dan jangan ragu sama diri sendiri. Karena kadang yang menghambat kita bukan kemampuan, tapi pikiran kita sendiri,” pesannya.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















