Banjir Tak Kunjung Usai, Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Desak DPRD Bertindak

Ap.umsida.ac.id – Persoalan banjir yang terus berulang di Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar hearing bersama DPRD Kabupaten Sidoarjo pada Rabu (1/4) di Gedung DPRD sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus dorongan terhadap penanganan yang lebih konkret.

Kegiatan ini dihadiri oleh 13 mahasiswa sebagai perwakilan organisasi yang membawa keresahan masyarakat terkait banjir tahunan yang dinilai belum tertangani secara optimal.

Forum hearing ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian kritik, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami proses kebijakan publik dan pengambilan keputusan di tingkat legislatif.

Baca juga: Kasus Amsal Sitepu Ungkap Rapuhnya Penghargaan Karya Kreatif

Mahasiswa Soroti Banjir sebagai Masalah Kronis
Sumber: Dokumentasi Istimewa

Dalam hearing tersebut, mahasiswa menegaskan bahwa isu banjir bukanlah persoalan baru.

Mereka menyoroti belum adanya perubahan signifikan sejak hearing serupa yang telah dilakukan pada tahun 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa penanganan banjir masih belum menyentuh akar permasalahan.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, sejumlah titik genangan masih belum terselesaikan.

Bahkan ditemukan kondisi anomali di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, yang tetap mengalami banjir meskipun tidak terjadi hujan di wilayah tersebut.

Kondisi ini mengindikasikan adanya persoalan sistemik dalam pengelolaan drainase dan aliran air.

Mahasiswa menilai bahwa dampak banjir sangat luas, mulai dari kerugian ekonomi akibat terhambatnya aktivitas usaha warga, terganggunya mobilitas masyarakat, meningkatnya risiko penyakit, hingga terganggunya proses pendidikan.

Hal tersebut semakin menegaskan bahwa banjir telah menjadi persoalan kronis yang membutuhkan solusi menyeluruh.

Lihat juga: Kebijakan Pendidikan Responsif dan Inklusif: Kunci Meningkatkan Kualitas Belajar di Seluruh Daerah

DPRD Hadirkan Lintas Sektor, Transparansi Anggaran Dipertanyakan
Sumber: Dokumentasi Istimewa

Dalam pelaksanaan hearing, DPRD Kabupaten Sidoarjo menunjukkan respons yang cukup terbuka dengan menghadirkan berbagai pemangku kebijakan teknis, seperti Dinas PU Bina Marga dan SDA, Bappeda, serta BPBD.

Kehadiran lintas sektor ini dinilai sebagai langkah positif dalam membuka ruang dialog yang lebih komprehensif.

Namun demikian, mahasiswa menyampaikan kekecewaan terhadap ketidakjelasan informasi terkait anggaran penanganan banjir.

DPRD dinilai belum mampu memberikan rincian yang transparan mengenai alokasi maupun realisasi anggaran, padahal aspek tersebut menjadi salah satu kunci utama dalam percepatan penanganan banjir.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan anggaran selama ini, mengingat banjir terus berulang tanpa adanya solusi yang signifikan.

Dorong Solusi Sistemik dan Berkelanjutan

Mahasiswa Administrasi Publik Umsida menegaskan bahwa solusi penanganan banjir harus bersifat sistemik dan berkelanjutan.

Beberapa poin utama yang disoroti antara lain pengawasan terhadap implementasi masterplan penanggulangan banjir, optimalisasi fungsi rumah pompa di wilayah rawan, serta penegakan aturan tata ruang, khususnya terkait ruang terbuka hijau dan sistem resapan air.

“Harapan kami setelah hearing ini adalah terciptanya kesepahaman yang konstruktif antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan penanggulangan banjir yang berbasis data, partisipatif, dan berkelanjutan. Selain itu, DPRD diharapkan mampu menunjukkan komitmen konkret melalui penguatan regulasi, pengawasan implementasi program, serta alokasi anggaran yang memadai,” ujar Budi selaku Ketua Pelaksana.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa akan terus berperan sebagai agen kontrol sosial dan agen perubahan melalui kajian ilmiah, advokasi berbasis data, serta pemantauan kebijakan secara berkelanjutan.

Sebagai penutup, mahasiswa menekankan bahwa penanganan banjir harus menjadi prioritas utama dan tidak lagi dipandang sebagai agenda seremonial.

Diperlukan roadmap yang jelas, transparansi anggaran, serta ketegasan dalam penegakan tata ruang agar persoalan banjir di Sidoarjo tidak terus berulang di masa mendatang.

Penulis: Tisya Intan Rahmasandi

Penyunting: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Ketahanan Pangan Nasional Butuh Kolaborasi Daerah dan Masyarakat Hadapi Krisis
July 17, 2026By
Smart City di Indonesia, Langkah Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Modern
July 13, 2026By
https://magicalgsh.com/
Empocare Tim P2MW Umsida Kenalkan Jamu Modern di Wisuda ke-47 Melalui Penjualan Perdana
July 5, 2026By
AP CUP 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Pembinaan Karakter Pelajar Jawa Timur Berprestasi
July 1, 2026By
Kolaborasi Dinas Koperasi dan Prodi AP Umsida Siapkan UMKM agar Usaha Lebih Berdaya Saing
June 27, 2026By
HIMAAPIK Umsida dan HIMA AP Juara Bangun Sinergi lewat Studi Banding
June 23, 2026By
MBG Jadi Ujian Besar Implementasi Kebijakan Publik di Indonesia
June 19, 2026By
Dari Empon Empon Jadi Peluang Bisnis Empocare Umsida Tembus Pendanaan P2MW 2026
June 15, 2026By

Prestasi

Berawal dari Latihan Intensif, Mahasiswa AP Umsida Tembus Final Kejuaraan Taekwondo
July 9, 2026By
Vivi Nabila Taklukkan Rasa Minder dan Raih Emas Paku Bumi Open 2026
April 15, 2026By
Kembali ke Gelanggang Usai Vakum, Mahasiswa Umsida Raih Emas Nasional 2026
April 10, 2026By
Karate Challenge: Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Tembus Prestasi Ganda
January 10, 2026By
Vivi Nabila Persembahkan Perunggu UPSCC III 2025 dan Tantang Diri Bangkit Lagi
January 6, 2026By
Konsistensi Latihan Bawa Ahmad Dhani Fauzi Raih Perak Taekwondo
January 2, 2026By
Elok, Mahasiswa AP Umsida Raih Perak di Kejuaraan Nasional Taekwondo
December 28, 2025By
Mahasiswa Umsida Sabet Emas Perdana di Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 3
December 25, 2025By