Ap.umsida.ac.id – Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FBHIS Umsida) menggelar Sharing Session Kaleidoskop Prestasi bertema “Merayakan Karya, Menginspirasi Prestasi”, Jumat (31/7/2026) melalui Zoom.
Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat perjalanan para mahasiswa berprestasi dalam meraih pencapaian akademik maupun non-akademik.
Beberapa tim turut hadir membagikan pengalaman, di antaranya Tim P2MW Snap & Style, Tim Videografi Rahmat Hidayat, dan Tim PPK Ormawa HIMMAPIK.
Dalam sesi tersebut, Tim PPK Ormawa HIMMAPIK membagikan pengalaman mereka mulai dari penyusunan proposal, survei lapangan, pelaksanaan program, hingga berhasil memperoleh pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Kementerian Pendidikan Tinggi.
Baca juga: Kolaborasi Hijau HIMMAPIK Umsida Dorong Desa Tanjek Wagir Lebih Produktif dan Lestari
PPK Ormawa Jadi Ruang Pengabdian

Pada awal pemaparan, Tim HIMMAPIK menjelaskan bahwa PPK Ormawa merupakan program nasional yang memberi kesempatan kepada organisasi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat secara langsung.
Program ini tidak hanya menekankan kegiatan sosial, tetapi juga mendorong mahasiswa menghadirkan solusi yang berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ide program harus berangkat dari masalah nyata yang ditemukan di lapangan.
Tim menjelaskan bahwa keberhasilan proposal tidak hanya ditentukan oleh gagasan yang menarik.
Lebih dari itu, mahasiswa perlu mampu membaca kebutuhan masyarakat, memahami potensi desa, dan menyusun program yang benar-benar dapat diterapkan.
“PPK Ormawa bukan hanya tentang memperoleh pendanaan, tetapi tentang bagaimana mahasiswa mampu menyusun program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memberi dampak berkelanjutan,” ujar perwakilan Tim HIMMAPIK.
Lihat juga: Dosen Hukum Umsida Tembus Proyek Crossref, Bawa Perspektif Legal ke Asia
Bio Circular Agro Estate Diperkenalkan

Dalam kesempatan tersebut, Tim HIMMAPIK juga memperkenalkan program unggulan mereka pada PPK Ormawa 2026 bertajuk Bio Circular Agro Estate.
Program ini dirancang sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa.
Salah satu fokus utamanya adalah budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah sampah organik menjadi produk bernilai tambah, seperti pupuk organik atau kasgot dan pakan ternak.
Selain itu, tim juga mengembangkan pengolahan residu sampah menggunakan insinerator.
Residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali kemudian diarahkan menjadi produk baru, seperti paving block dan briket.
Dengan pendekatan tersebut, sampah tidak hanya dipandang sebagai masalah lingkungan, tetapi juga sebagai sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Program ini juga dilengkapi dengan edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pendampingan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai jual.
Proposal Kuat Berangkat dari Masyarakat
Tim HIMMAPIK turut membagikan proses panjang yang mereka lalui sebelum dinyatakan lolos pendanaan.
Tahapan dimulai dari mengidentifikasi masalah di Desa Kesiman sebagai desa mitra, melakukan survei, observasi, serta berdiskusi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar dalam menyusun program kerja.
Proposal kemudian disusun secara kolaboratif bersama anggota tim dengan pendampingan dosen pembimbing. Berbagai revisi juga dilakukan untuk menyempurnakan konsep program.
Tim menegaskan bahwa konsistensi, kedisiplinan, dan kerja sama menjadi kunci penting dalam mengikuti PPK Ormawa.
Mahasiswa juga perlu berani menerima masukan dan tidak takut melakukan perbaikan.
Sebagai penutup, Tim HIMMAPIK mengajak mahasiswa untuk tidak ragu memulai langkah kecil.
Menurut mereka, setiap prestasi besar selalu berawal dari keberanian mencoba.
“Jangan menunggu menjadi hebat untuk memulai, tetapi mulailah agar menjadi hebat,” pesan tim tersebut.


















