

ap.umsida.ac.id- Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Prodi AP UMSIDA) menyelenggarakan kegiatan governance visit dan studi tiru tata kelola Bank Sampah di RW 05 Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Gajahmungkur, Kamis 24 April 2026. Kegiatan ini jadi ajang kolaborasi Lurah, akademisi, dan warga untuk mendorong RW 05 sebagai percontohan nasional wisata edukasi lingkungan.
Lurah Gisikdrono, Sandi Indrawan, membuka acara dengan apresiasi kepada Prodi AP UMSIDA. “RW 05 ini wilayah unggulan kami. Terkenal dengan inovasi lingkungan, mulai dari pemanfaatan minyak jelantah jadi setrika uap, insinerator, hingga juara Kampung Hebat se-Kota Semarang,” ujarnya.
Sandi menegaskan, ada 13 RW di Gisikdrono dan masing-masing punya potensi. “Kami di kelurahan berperan koordinasi dan mendorong peluang yang ada. RW 05 kami kembangkan bukan untuk lomba saja, tapi jadi wisata edukasi. Biar wilayah lain bisa belajar,” tegasnya.
Ketua RW 05, Pak Jaka, menyambut hangat rombongan Prodi AP UMSIDA. “Ini kehormatan bagi kami. Kehadiran bapak ibu semua meningkatkan semangat warga,” ucapnya.
Ia menjelaskan, sebelum jadi Kampung Hebat, RW 05 sudah memulai Bank Sampah sejak 2025. “Kami mengikuti kehendak masyarakat. Edukasi sampah itu penting. Kuncinya masyarakat Gisikdrono mau gotong royong,” jelas Pak Jaka. Hasilnya, juara 2 Tata Laksana Rumah Tangga Agustus 2025, 58 biopori, drainase baik, program penghijauan, urban farming, hingga sekolah lansia dengan 95 peserta.
Ketua Bank Sampah, Ibu Mutiara, memaparkan inovasi kepada mahasiswa dan dosen UMSIDA. “Sampah kami pilah dengan prinsip 3R. Sisa makanan jadi budidaya maggot, sisa sayur dan kulit buah jadi kompos dan eco enzyme. Cairannya untuk menyiram tanaman urban farming,” ujarnya.
“Bank sampah ini sumber rezeki. Hasilnya kami salurkan untuk yatim. Sekarang ada 500 anak yatim dan fakir miskin dari RT 1-10 yang terbantu,” kata Ibu Mutiara. 85% sampah organik sudah tertangani berkat bantuan Viar dan dana 25 juta per RT per tahun mulai 2025.
Ilmi Usrotin Choiriyah menyampaikan, “Tahun ini jatah Kota Semarang jadi lokasi governance visit Prodi AP UMSIDA. Kami memang ingin mencari wawasan secara real di lapangan. Jadi pas belajar di sini. Terima kasih bapak ibu. Ke depan RW 05 bisa menjadi percontohan di desa kami,” ujarnya.
Senada, Isna Fitria Agustina menambahkan, “Ke depan kami mau MoU dan bekerja sama di bidang riset, pengabdian, dan lainnya. Praktik di RW 05 ini luar biasa dan bagi bermanfaat,” ucapnya.
Kegiatan Prodi AP UMSIDA ini ditutup dengan komitmen bersama. “Lingkungan, Ekonomi, Kesejahteraan dan Kesehatan. Itu tujuan kami memajukan warga,” pungkas Pak Jaka.