SID Desa Gemurung Tangguh untuk Data namun Rapuh dalam Inovasi dan Keamanan

Ap.umsida.ac.id – Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, memakai Sistem Informasi Desa (SID) sejak 2022 untuk mendorong layanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis data.

Riset Dr Isnaini Rodiyah MSi (Dosen Prodi Administrasi Publik Umsida) menunjukkan wajah ganda digitalisasi desa: aparatur cukup kuat mengolah data untuk pengambilan keputusan, tetapi pemanfaatan fitur masih “sebatas standar” dan pengelolaan keamanan pernah kebobolan.

Data Menjadi Bahan Bakar Keputusan Desa

Dalam penelitian tersebut, aparatur Desa Gemurung menegaskan pentingnya SID sebagai sumber data yang valid dan terstruktur.

Sumber: Ilustrasi AI

Operator sekaligus Kasi Kesejahteraan, M Syamsul Huda, menyebut data SID membantu desa membaca kondisi menyeluruh, mulai demografi, infrastruktur, potensi alam dan ekonomi, hingga data sosial ekonomi.

“Data SID memungkinkan kami untuk lebih memahami situasi dan kondisi desa secara menyeluruh,” ujarnya dalam wawancara 4 Oktober 2024.

Pada sisi layanan informasi, desa juga membangun mekanisme umpan balik melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).

Sekretaris Desa, M Alfan, menjelaskan bahwa IKM dipakai untuk mengukur kepuasan warga atas layanan informasi yang disediakan SID.

Hasil survei yang dicatat penelitian menunjukkan tingkat kepuasan 98,60% dari 100, dengan 102 responden.

Angka ini memberi sinyal bahwa kanal informasi desa telah diterima warga, sekaligus menjadi pijakan untuk perbaikan berkelanjutan.

Baca juga: Birokrasi Digital dan Transformasi Baru Pelayanan Publik

Fitur Terbatas dan Keamanan yang Pernah Bocor

Namun, kekuatan pengolahan data belum otomatis berarti transformasi layanan berjalan penuh.

Penelitian menemukan inovasi aparatur masih rendah karena SID hanya digunakan pada fitur dasar versi gratis.

Syamsul Huda menuturkan Desa Gemurung memakai SID versi 22.01 versi gratis, sementara versi berbayar menyediakan fitur tambahan seperti “lapak” untuk jual beli produk desa. “Untuk SID Desa Gemurung sekali lagi hanya berita dan data penduduk saja,” katanya.

Aspek yang lebih krusial adalah keamanan. Pada fase awal, desa memakai SID versi 3.14 dan mengalami peretasan yang mengganggu operasional serta mengancam keamanan data, sehingga penggunaan sistem dihentikan.

Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital aparatur tidak boleh berhenti pada operasional dasar, tetapi harus naik ke manajemen risiko, tata kelola akses, dan prosedur pemulihan insiden.

Lihat juga: Pemimpin Perempuan Berdaya: Dekan FBHIS Umsida Sabet Outstanding GAD Partners Award

Penelitian juga mencatat adanya strategi informal saat muncul kendala teknis, yakni bergabung dalam komunitas WhatsApp operator SID se-Kabupaten Sidoarjo yang turut diikuti personel Dinas Kominfo.

Pola “sharing cepat” ini membantu troubleshooting harian, tetapi belum menggantikan kebutuhan standar keamanan dan pengembangan fitur yang terencana.

Tanpa roadmap peningkatan kapasitas, evaluasi berkala, dan kontrol akses yang ketat, desa berisiko mengulang insiden keamanan yang sama.

Menurut dosen Umsida Dr Isnaini Rodiyah, situasi ini menunjukkan kualitas SDM aparatur bisa kuat pada kemampuan pengolahan data, tetapi tetap tertahan oleh keterbatasan inovasi dan penguasaan teknis keamanan.

Implikasinya jelas: SID berpotensi menjadi “mesin data” untuk keputusan publik yang akurat, namun tanpa perluasan fitur, pembaruan kompetensi, dan penguatan keamanan, manfaatnya akan cenderung berhenti pada fungsi informasi dasar, bukan layanan digital yang benar-benar transformatif.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Administrasi Publik Pilar Pengelolaan Negara dan Pelayanan Masyarakat
January 22, 2026By
Pengen Jadi Analis Kebijakan? Kenali Lebih Dalam Tentang Prodi Administrasi Publik Umsida
January 18, 2026By
Rony Darminto: Dari Himpunan ke BEM, Menyatukan Aspirasi Mahasiswa FBHIS
January 14, 2026By
E-Procurement: Solusi Efisiensi dan Transparansi dalam Pengadaan Barang dan Jasa
December 9, 2025By
Birokrasi Digital dan Transformasi Baru Pelayanan Publik
December 5, 2025By
AP Umsida Pertahankan Akreditasi Unggul: Kerja Kolektif, Riset Dosen, dan Inovasi Desa Jadi Kunci
December 1, 2025By
HIMMAPIK Umsida Gelar LKMM-TD sebagai Wadah Pembentukan Karakter Pemimpin
November 27, 2025By
Ketika Layanan Digital Kehilangan Arah: “SOP Hilang, Kepastian Pun Menghilang”
November 15, 2025By

Prestasi

Karate Challenge: Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Tembus Prestasi Ganda
January 10, 2026By
Vivi Nabila Persembahkan Perunggu UPSCC III 2025 dan Tantang Diri Bangkit Lagi
January 6, 2026By
Konsistensi Latihan Bawa Ahmad Dhani Fauzi Raih Perak Taekwondo
January 2, 2026By
Elok, Mahasiswa AP Umsida Raih Perak di Kejuaraan Nasional Taekwondo
December 28, 2025By
Mahasiswa Umsida Sabet Emas Perdana di Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 3
December 25, 2025By
Pingki Bawa Inovasi P2MW BowBaci hingga Raih Predikat Wisudawan Berprestasi Umsida 46
November 23, 2025By
Fina Raih Wisudawan Berprestasi Umsida 46 Berkat P2MW Inovasi BowBaci Rainbow
November 19, 2025By
Vivi Nabila Sabet Kejuaraan Tapak Suci Airlangga Championship
September 20, 2025By