Ap.umsida.ac.id – Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAAPIK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan kegiatan studi banding bersama Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Juara Universitas Airlangga (HIMA AP Juara Unair), Sabtu, (20/06).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus B Universitas Airlangga, Surabaya, sebagai langkah untuk memperkuat kapasitas organisasi, memperluas wawasan, serta membangun sinergi antarmahasiswa Administrasi Publik di Jawa Timur.
Sebanyak 39 anggota HIMAAPIK Umsida mengikuti kegiatan ini dan disambut oleh 82 anggota HIMA AP Juara Unair.
Pertemuan tersebut diisi dengan sesi perkenalan, pemaparan profil organisasi, diskusi program kerja, hingga berbagi pengalaman dalam mengelola organisasi mahasiswa yang aktif, efektif, dan berdampak.
Studi banding menjadi ruang belajar bersama bagi kedua himpunan untuk saling memahami pola kerja organisasi, tantangan kaderisasi, serta strategi menjaga keterlibatan anggota dalam menjalankan program kerja.
Baca juga: Orasi Ilmiah Yudisium Ke-35 Bahas Peran Direktur Wanita dalam Kinerja Perusahaan
Belajar dari Organisasi Sejenis yang Berpengalaman
Kegiatan studi banding ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Sosial Masyarakat HIMAAPIK Umsida periode kepengurusan 2025/2026.
Program tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung melalui pertukaran pengalaman dengan organisasi mahasiswa sejenis.
HIMA AP Juara Unair dipilih sebagai mitra studi banding karena dinilai memiliki pengalaman dalam menjalankan kegiatan akademik, sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Berbagai aktivitas yang telah dilakukan organisasi tersebut menjadi referensi bagi HIMAAPIK Umsida untuk mengembangkan tata kelola organisasi yang lebih terarah.
Ketua Umum HIMAAPIK Umsida periode 2025/2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas relasi, tetapi juga untuk memperoleh gambaran nyata mengenai pengelolaan organisasi yang berkelanjutan.

“Kami ingin belajar langsung dari teman-teman HIMA AP Juara Unair, bagaimana mereka mengelola program kerja, membangun budaya organisasi, dan menjaga kualitas kaderisasi,” ujarnya.
Menurutnya, proses belajar dari organisasi lain dapat membantu HIMAAPIK Umsida melihat peluang perbaikan sekaligus memperkuat semangat anggota dalam menjalankan peran organisasi.
Lihat juga: Chitra Vistara HIMMAPIK Umsida Ajak Pelajar Suarakan Isu Publik Lewat Infografis Kreatif
Diskusi Program Kerja hingga Strategi Kaderisasi
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan kedua himpunan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan profil organisasi.
Masing-masing delegasi menjelaskan struktur kepengurusan, program kerja unggulan, capaian organisasi, serta tantangan yang dihadapi selama satu periode kepengurusan.
Dalam sesi diskusi, kedua himpunan membahas beragam program yang telah dijalankan.

Mulai dari forum diskusi kebijakan publik, aksi sosial kemasyarakatan, kegiatan pengabdian, hingga program pengembangan keterampilan anggota.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah sistem kaderisasi.
Kedua organisasi saling berbagi pengalaman mengenai proses rekrutmen anggota, pelatihan dasar organisasi, pembagian tugas kepengurusan, serta strategi menjaga komitmen anggota.
Diskusi tersebut menjadi penting karena organisasi mahasiswa tidak hanya membutuhkan program kerja yang menarik, tetapi juga sistem internal yang mampu menjaga keberlanjutan kepemimpinan dan partisipasi anggota.
“Kami mendapatkan banyak perspektif baru, terutama tentang pentingnya membangun budaya organisasi yang terbuka, komunikatif, dan mampu mengembangkan potensi setiap anggota,” ungkap salah satu perwakilan HIMAAPIK Umsida.
Awal Kolaborasi untuk Organisasi yang Lebih Berdampak
Selain menjadi forum pertukaran gagasan, studi banding ini juga menghasilkan komitmen untuk membangun kerja sama berkelanjutan antara HIMAAPIK Umsida dan HIMA AP Juara Unair.
Kedua organisasi membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan akademik, sosial, maupun pengembangan mahasiswa pada masa mendatang.
Mahasiswa Administrasi Publik memiliki peran penting dalam memahami persoalan masyarakat, kebijakan publik, serta tata kelola pemerintahan.
Karena itu, organisasi kemahasiswaan perlu menjadi ruang latihan bagi mahasiswa untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan merancang kegiatan yang memberi manfaat.
Melalui studi banding ini, HIMAAPIK Umsida berharap dapat membawa pulang wawasan baru sekaligus semangat untuk meningkatkan kualitas organisasi.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi titik awal hubungan baik antara kedua himpunan serta menginspirasi organisasi mahasiswa lain untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Sumber: HIMAAPIK
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















