AP Umsida Dalami Kebijakan Berbasis Adat lewat Cultural Exchange di Suku Tengger

ap.umsida.ac.id-

Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan kegiatan cultural exchange di kawasan Suku Tengger, Desa Ngadisari, kawasan Gunung Bromo. Kegiatan ini melibatkan dosen-dosen AP Umsida, narasumber internasional, serta mahasiswa internasional sebagai bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperdalam pemahaman terkait praktik kebijakan publik berbasis masyarakat adat (21/04).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan langsung dari tokoh adat dan pemangku kepentingan lokal yaitu Bambang Suprapto, yang menjelaskan karakteristik masyarakat Tengger sebagai komunitas yang menjunjung tinggi nilai luhur, spiritualitas, serta harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam.

“Masyarakat Tengger dikenal sebagai masyarakat berbudi luhur yang menjaga keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam. Kawasan ini juga merupakan wilayah suci yang dijaga melalui berbagai ritual adat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa secara historis masyarakat Tengger memiliki akar budaya yang kuat, termasuk kisah legenda Joko Seger dan Roro Anteng yang menjadi asal-usul nama Tengger. Kawasan Bromo juga menjadi pusat peribadatan umat Hindu Tengger dengan keberadaan pura sebagai ruang sakral.

“Meskipun umat Hindu di seluruh dunia memiliki Tuhan yang sama, yang membedakan adalah cara beribadah dan adatnya. Di Tengger, nilai kesucian sangat dijaga,” tambahnya.

Dalam perspektif kebijakan publik, masyarakat Tengger menerapkan model tata kelola hibrida, yakni menggabungkan sistem pemerintahan formal dengan hukum adat. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara kebijakan lokal tetap disesuaikan dengan norma dan nilai adat yang berlaku.

“Kami tetap mengikuti sistem pemerintah, seperti administrasi kependudukan yang sudah berbasis digital. Namun, untuk kebijakan yang tidak sesuai dengan adat, tentu akan kami sesuaikan,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan adanya regulasi berbasis adat yang mengatur kawasan suci, termasuk larangan aktivitas tertentu yang dianggap melanggar kesakralan serta pembatasan investasi, di mana investor tidak diperbolehkan membeli tanah di wilayah Tengger.

“Hotel dan usaha di kawasan ini sebagian besar milik masyarakat Tengger sendiri. Kami ingin mempertahankan pariwisata tanpa menghilangkan nilai adat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh narasumber internasional, di antaranya Kenneth Lee Tze Wui, Madlyn D. Tingco, serta Zshyna Mae V. Ahmed, yang bersama dosen-dosen AP Umsida dan mahasiswa internasional mengikuti langsung proses pembelajaran berbasis budaya tersebut.

Madlyn D. Tingco menyampaikan kesannya terhadap praktik tata kelola berbasis budaya di Tengger.

“Tempat ini sangat nyaman dan masyarakatnya ramah. Saya melihat nilai harmoni yang kuat di sini, dan ini menjadi pembelajaran penting dalam governance berbasis budaya,” ungkapnya.

Kegiatan ini memberikan pengalaman empiris bagi mahasiswa, baik lokal maupun internasional guna memahami bahwa kebijakan publik tidak selalu bersifat top-down, melainkan dapat tumbuh dari nilai, norma, dan praktik lokal yang hidup di masyarakat.

“Di desa Tengger, hampir tidak ada permasalahan sosial karena masyarakat memegang teguh nilai adat dan kebersamaan,” Tutup Bambang

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Administrasi Publik Umsida diharapkan mampu mengintegrasikan perspektif kebijakan formal dengan pendekatan berbasis kearifan lokal dalam merancang solusi tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif, adaptif, dan kontekstual di tingkat global.

Bertita Terkini

AP Umsida Dalami Kebijakan Berbasis Adat lewat Cultural Exchange di Suku Tengger
April 23, 2026By
International Class Laboratory AP Umsida Angkat Isu Global di Tiga Laboratorium
April 22, 2026By
Menuju World Class University, Prodi AP Umsida Pacu Inovasi Kurikulum Berstandar Internasional
April 21, 2026By
Banjir Tak Kunjung Usai, Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Desak DPRD Bertindak
April 5, 2026By
Kebijakan Pendidikan Responsif dan Inklusif: Kunci Meningkatkan Kualitas Belajar di Seluruh Daerah
March 31, 2026By
Harmoni Kebaikan di Bulan Suci: HIMMAPIK UMSIDA Gelar kebersamaan Ramadhan dan Santunan Yatim Piatu
March 26, 2026By
Mahasiswa Administrasi Publik Audiensi dengan Dinas PUBM Sidoarjo Bahas Penanganan Banjir
March 21, 2026By
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta: Jalan Strategis Pembangunan Infrastruktur Publik yang Lebih Berkualitas
March 11, 2026By

Prestasi

Vivi Nabila Taklukkan Rasa Minder dan Raih Emas Paku Bumi Open 2026
April 15, 2026By
Kembali ke Gelanggang Usai Vakum, Mahasiswa Umsida Raih Emas Nasional 2026
April 10, 2026By
Karate Challenge: Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Tembus Prestasi Ganda
January 10, 2026By
Vivi Nabila Persembahkan Perunggu UPSCC III 2025 dan Tantang Diri Bangkit Lagi
January 6, 2026By
Konsistensi Latihan Bawa Ahmad Dhani Fauzi Raih Perak Taekwondo
January 2, 2026By
Elok, Mahasiswa AP Umsida Raih Perak di Kejuaraan Nasional Taekwondo
December 28, 2025By
Mahasiswa Umsida Sabet Emas Perdana di Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 3
December 25, 2025By
Pingki Bawa Inovasi P2MW BowBaci hingga Raih Predikat Wisudawan Berprestasi Umsida 46
November 23, 2025By