• Alumni Sukses
  • Alumni Sukses

Inovasi dan Kolaborasi Antar Negara: Pelajaran Berharga dari Uzbekistan untuk Indonesia

ap.umsida.ac.id – Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial (FBHIS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) telah menggelar International Guest Lecture dengan tema “Innovative Strategies in The Intersection of Law, Hospitality, and Digital Business: Lessons from Uzbekistan’s Evolving Marketplace”. Acara yang berlangsung di Aula KH Mas Mansyur pada Kamis (07/12/2023) ini menghadirkan dua pemateri internasional asal Uzbekistan, yakni Bobur Sobirov dari Tashkent State University Economics Samarkand Branch, dan Esanov Azamat Esirgapovich, Direktur Hukum dan Advokasi dari “Ezgu Fikr”.

Pada acara tersebut, kedua pemateri membahas tentang fenomena sharing economy yang terjadi antara Uzbekistan dan Indonesia. Bobur Sobirov memaparkan perbedaan makroekonomi antara kedua negara, dengan Uzbekistan membuka peluang investasi yang lebar bagi para investor asing, mengakomodasi dua jenis badan usaha, yaitu Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV). Sebuah konsep yang sangat berbeda dengan sistem di Indonesia, yang memiliki badan usaha berbadan hukum seperti PT, Koperasi, dan Yayasan, serta badan usaha non-badan hukum seperti UD, Virma, dan CV.

Esanov Azamat Esirgapovich menambahkan bahwa lima negara teratas yang berinvestasi di Uzbekistan melibatkan pebisnis dari China, Rusia, Kazakhstan, Turki, dan Korea Selatan.

“Kami memberikan peluang besar kepada investor asing untuk berkontribusi dalam pembangunan negara kami, bahkan dengan keberadaan Ombudsman khusus yang menangani proses perizinan,” tambahnya.

Perlu ditekankan bahwa Uzbekistan mempunyai kebijakan khusus yang memfasilitasi kebebasan untuk mempekerjakan warga negara asing. Suatu hal yang menarik dan dapat dijadikan acuan bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Meski demikian, perlu mempertimbangkan aspek positif dan negatif dari kebijakan tersebut.

Dengan adanya perbandingan antara sistem perizinan usaha di Indonesia, yang menggunakan pendekatan perizinan 1 pintu melalui Online Single Submission (OSS), dan kebijakan Uzbekistan yang memperbolehkan kebebasan mempekerjakan warga negara asing, dapat dijadikan bahan refleksi bagi pengembangan kebijakan di Indonesia. Kesempatan untuk memikirkan inovasi dan kolaborasi antar negara ini menjadi kunci untuk memperkaya dan mengembangkan sistem ekonomi di masa depan.

Penulis: Ananda Putri H

Related Posts